Sabtu, 30 Juli 2016

Cerpen Putih Abu-Abu Story Part II


Putih Abu-Abu Story
Part II

2 minggu berlalu, Wafa menjalankan tugasnya sebagai ketua kelas dengan baik dan tegas, mungkin karena Wafa terlalu tampan di kelas dan paling tinggi besar,tak heran jika Ikik,Devi,dan Ika selalu taat dan patuh dengan peraturan dan perintah yang dikeluarkan oleh wafa,Vea bersyukur karena kelas X5 bisa tenang dan patuh,saat itu bulan Agustus dan pada bulan itu pemerintah kota mengaadakan lomba devile dan paskibra yang di ikuti seluruh siswa Sekolah Menengah Atas dan wafa ikut lomba paskib,saat itu Wafa di usulkan oleh teman-teman kelas,namun Wafa tidak lolos dalam seleksi fase kedua,Wafa telah putus asa dan memilih untuk kembali ke kelas, namun Vea tidak hanya diam dia tetap memberi semangat wafa, namun mau bagaimana lagi dalam seleksi itu sangat ketat, hingga selang 2 hari Wafa dipanggil oleh waka kesiswaan yang mengurusi lomba paskibra,ternyata ada 1 anak yang tidak bisa mengikuti lomba tersebut karena tidak di perbolehkan oleh kedua orang tuanya karena memang latihan nya hampir 1 hari full,namun hal ini di terima Wafa dengan bahagia,tak lama waktu berselang Wafa masuk kembali ke dalam kelas dan memberi kabar gembiraa itu kepada Vea, Vea sangat bahagia. bel pulang sekolah pun berbunyi, itu tandanyakita sudah boleh meninggalkan kelas. senja pun datang brerganti malam, seperti biasanya Vea belajar,dan tiba-tiba ada 1 pesan yang masuk,ternyata pesan dari Wafa "Met malam,lagi apa Ve?" karena Vea sedang belajar jadi pesan dari Wafa pun diabaikan oleh Vea hingga akhirnya Wafa mengirim pesan untuk yangke 2 kalinya "maaf kalo aku ngganggu kamu Ve" karena Vea merasa tidak enak dan tidak ingin di anggap sombong oleh Wafa,akhirnya Vea memabalas pesan dari Wafa "enggak Waf,santaiaja,aku baru selesaibelajar,ada apa?" tak selang lama Wafa membalas pesan Wafa "oh.. rajin ya kamu,emm aku cuma mau ngasiih tau kalo aku 2 hari lagi udah lomba di alun-alun kota,apa kamu bisa dateng ke alun-alun?" "belum tau ya Waf liat jadwal ku 2 hari lagi" "yah.. oke deh" 
Hari yang dinanti-nanti pun datang,kebetulan jadwal Vea hari ini tidak terlalu padat dan bisa dateng ke alun-alun kota untuk melihat perfom Wafa, akhirnya Vea menghubungi Wafa "Waf hari ini InsyaAllah aku bisa dateng,mulainya jam berapa?" lama menunggu akhirnya Vea mendapat balasan "iya Ve,mulainya jam 2 dan sekolah kita dapat nomor urut 12" setelah mendapat info dari Wafa,Vea bersiap-sip untuk pergi menuju alun -alun kota,namun tak disangka Vea mendapat tugas dari pembina ekskulnya untuk mengajukan proposal kegitan terlebih dahulu,tugas tersebut tak bisa di tolak oleh Veaa karena itu memang tugasnya,mau tidak mau pasti Vea akan terlambat untuk pergi ke alun-alun kota menonton Wafa.Vea selesai pukul 13:30 dan rasanya tidak mungkin bisa tepat waktu apalagi dengan kemacetan yang ada,tetapi mau bagaimana lagi Vea sudah berjanji kepada Wafa bahwa dia akan menontonnya, akhirnya Vea pun berangkat dan mengendarai motornya dengan kencang bersama dengan adik sepupunya,Vea tiba di alun-alun kota pukul 14:53 hampir 1jam lebih perjalanan dan ternyata jalan menuju alun-alun kota di tutup dan mau tidak mau Vea harus lewat jalan tikus,dan Vea akhirnya tiba dii lapangan alun-alun kota pukul 15:07 dan ternyata acara sudah selesai,namun walaupun begitu Vea tetap berusaha mencari Wafa setidaknya hanya untuk say hey atau selamat karena Wafa sudah berhasil ikut lomba ini.
setelah lama berputar-putar akhirnya Vea melihat seseorang yang mirip dengan Wafa di sebrang jalan setelah dilihat-lihat ternyata itu memang Wafa,Vea mencoba untuk memanggil Wafa namun Wafa tak dengar,hingga akhirnya Vea memutuskan untuk mengirim pesan ke Wafa supaya Wafa tak salah paham dan mengira Vea tidak menepati janjinya "Waf maafin Vea ya,tadi sebenernya Vea udah dateng ke alun-alun kota,tapi telat soalnya Vea dapet tugas dari pembina ekskul secara mendadak" lamaaaaa sekali Vea menunggu balasan dari Wafa mungkin hampir 2 jam, akhirnya Wafa membalas pesan Vea "iya Ve nggakpapa" "tadi sebenernya Vea tau Wafa,tapi Wafa ada di sebrang jalan dan Vea udah panggil Wafa tapi mungkin Wafa nggak dengar" "iya nggakpapa,makasih ya kamu udah mau dateng,dan aku juga mau minta maaf tadi waktu kamu manggil-manggil aku malah aku nggak denger" "oke,deh" obrolan di pesan pun berlanjut hingga ke esokan harinya di kelas..

(Wafa dan Vea berbincang serius)

Stay tune ya guyss.. 
Tunggu kelanjjtan cerita Vea
dipos selanjutnya ya.. ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar